ANALISA DATA PRESSURE BUILDUP TEST DENGAN METODE HORNER DAN STANDING UNTUK MENGETAHUI KONDISI PRODUKTIVITAS SUMUR SGC-X PT. PERTAMINA EP ASSET 1 FIELD JAMBI

Aldhitia Mahenda, Ubaidillah Anwar Prabu, Budhi Kuswan Susilo

Abstract


Produktivitas suatu sumur biasanya dinyatakan secara grafis, yaitu dengan kurva inflow performance relationship (IPR). Apabila terjadi penurunan produksi maka perlu diketahui penyebab penurunan produksi tersebut. Penyebab penurunan produksi tersebut antara lain akibat penurunan tekanan reservoir dan perubahan kondisi formasi disekitar lubang sumur. Untuk mengidentifikasi kondisi yang menyebabkan terjadinya penurunan laju produksi tersebut dilakukan Pressure Buildup (PBU) Test. PBU test dilakukan dengan memproduksikan sumur selama selang waktu tertentu dengan laju alir yang konstant, kemudian menutup sumur tersebut. Dari data tersebut kita buat kurva Horner antara tekanan dasar penutupan sumur vs interval waktu penutupan. Dari analisa data yang dilakukan maka dapat diketahui bahwa sumur SGC-X memiliki tekanan dasar sumur pada produksi 59,357 bfpd yaitu tekanan dasar actual flowing 800,916 psi dan tekanan dasar actual static 1275,315 psi. Hasil analisa metode horner, pada kurva tekanan static penutupan terhadap waktu penutupan didapatkan tekanan reservoir awal 1560 psi. Kondisi formasi disekitar lubang sumur juga telah mengalami kerusakan, hal ini dilihat dari nilai skin (S) adalah 3,01783 (S=+), maka menurut analisa metode Horner terjadi indikasi kerusakan formasi. Hasil perhitungan effisiensi aliran (FE) actual sumur SGC-X yaitu 0,5504. Berdasarkan analisa kurva inflow performance relationship (IPR) metode Standing sumur SGC-X, laju produksi fluida maksimal pada kondisi ideal, FE=1 adalah 177,186 bfpd dan laju produksi fluida maksimal pada kondisi aktual, FE=0,5504 adalah 132,60 bfpd.
Kata kunci : Produktivitas, PBU, Sumur SGC-X, Analisa, IPR

Full Text:

PDF PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN: 2338-7459